Analisis: Kenapa Morata Gagal di Chelsea?

Alvaro Morata

BeritaBola – Striker Chelsea, Alvaro Morata, kabarnya sudah berada di ambang pintu keluar Stamford Bridge untuk menjalani masa peminjaman di Atletico Madrid. Morata hanya bisa bertahan selama 18 bulan, tanpa benar-benar membuktikan dirinya.

Pada Juli 2017, Chelsea mendatangkan Morata dengan optimisme tinggi. Dia didatangkan untuk menggantikan Diego Costa yang dinilai sudah tak layak, Morata dipercaya mampu jadi striker utama.

Awalnya, Morata memulai musim 2017/18 dengan sangat baik: enam gol dalam enam pertandingan. Dia juga doyan mencetak gol dengan sundulan. Namun, hingga akhir 2017, Morata hanya bisa menambah empat gol lagi.

Performa Morata menurun drastis, dia hanya mampu membungkus 11 gol sepanjang musim 2017/18. Mengutip Sky Sports

Kenapa Kesulitan?

Morata sempat mendapat angin segar dengan datangnya Maurizio Sarri, tapi dia hanya bisa mencetak lima gol dari 16 pertandingan di Premier League. Alhasil, dia lebih sering duduk di bangku cadangan.

Bagi Morata, masalah terbesarnya adalah membuang peluang. Pada musim 2017/18 saja, dia membuang 17 peluang matang, dan musim ini, dia sudah melewatkan 10 peluang matang.

Tentu hal itu sebenarnya tak masalah jika Morata sukses mencetak gol ama banyaknya, tapi tidak, dia hanya mencetak 16 gol mulai dari Premier League musim 2017/18 lalu dan membuang 27 peluang matang. Sebagai perbandingan, Mohamed Salah membuang peluang 35 kali, tapi dia sukses mencetak 48 gol.

Tak Percaya Diri

Masalah Morata sebenarnya tampak jelas: dia tidak percaya diri. Tahun lalu, dia harus membayar mahal kesalahannya yang menyembunyikan cedera, dia menepi cukup lama.

Lalu, saat kembali bermain, Morata kehilangan sentuhannya. Dia tak kunjung mencetak gol, yang pada akhirnya membuat rasa percaya dirinya kian terkuras.

Baca juga  Fred Masih Coba Beradaptasi dengan Sepak Bola MU

Mentalitas Morata bermasalah, seperti ucapan Sarri: “[Morata merupakan] salah satu pemain terbaik yang pernah saya lihat, tapi mentalnya sedikit rapuh.”

Tak Berkembang

Ucapan yang sama juga dilontarkan oleh asisten pelatih Sarri, Gianfranco Zola. Zola melihat Morata memiliki teknik yang hebat, tapi Morata tak mampu menyesuaikan diri dengan taktik tim.

“Secara teknik, tak perlu diragukan lagi, dia [Morata] merupakan salah satu yang terbaik di posisinya. Saya pikir dia harus sedikit berkembang secara taktik, karena dengan gaya sepak bola modern ini, sepak bola terorganisir, jadi anda harus berkembang secara taktik, kemampuan anda saja tidak cukup,” tegas Zola.

Komentar dua pelatih ini jelas, Morata memiliki masalah mentalitas. Melihat sejarahnya, Morata pernah meninggalkan Real Madrid demi Juventus, lalu kembali ke Madrid, dan meninggalkannya lagi demi Chelsea. Tampaknya Madrid rela melepas Morata karena alasan yang jelas, yakni mentalitasnya.